world-cup-vector-logo-1930-2022-designerlistic-net

World Cup Vector Logo Evolusi dari 1930-2022

Dalam artikel bertajuk World Cup Vector Logo berikut ini anda akan melihat bagaimana trend desain logo FIFA World Cup dari masa ke masa, dari satu event Piala Dunia ke Piala Dunia lainnya dari dulu hingga 3 perhelatan kedepan (2014, 2018, 2022). Entah bagaimana mengukur emosi dari jutaan pecinta bola & segajat dan sejarah yang tercipta dari turnamen akbar 4 tahunan ini yang hebatnya semua berawal dari 1 karya yang sama yaitu World Cup Vector Logo, mari kita simak satu-persatu transformasinya berikut ini:

World Cup Logo 1930 di Uruguay

Piala Dunia 1930 menjadi satu-satunya turnamen yang berlangsung tanpa sesi kualifikasi, semua anggota FIFA pada waktu itu diundang untuk ambil bagian namun karena minimnya pilihan transportasi kala itu, tim-tim Eropa memilih absen dan hanya tim asal benua Amerika yang menyambutnya, seperti Argentina, Brasil, Bolivia, Cile, Meksiko, Paraguay, Peru dan Amerika Serikat. Presiden FIFA Jules Rimet mengintervensi turnamen ini dengan mengundang empat tim Eropa yaitu Belgia, Prancis, Rumania dan Yugoslavia. Final pertama pada waktu itu mencatatkan All South American Final yang mempertemukan Uruguay vs Argentina sekaligus Final ulangan bagi kedua tim ini ketika di Olimpiade 1928. Bagi Uruguay Piala Dunia 1930 ini menjadi moment sangat bersejarah karena selain sukses sebagai tuan rumah juga keberhasilan mereka mengalahkan Argentina di Final dengan skor 4-2 di Estadio Centenario yang baru saja selesai dibangun, namun naas bagi 10-15 Supporter Argentina yang pada waktu itu menggunakan jalur laut dan semuanya tidak ada yang berhasil menonton laga Final hingga kick off dimulai.
1. World Cup Vector Logo 1930 di Uruguay

World Cup Logo 1934 di Italia

Piala Dunia kedua kembali mencatatkan trend tuan rumah menjadi jawara di ajang akbar 4 tahunan ini, sebelumnya Uruguay sebagai tuan rumah mencatatkan hal tersebut kini warga Italia seperti larut dalam Euforia yang sama ketika berhasil mengalahkan Cekoslovakia di Final Piala Dunia pertama yang dilangsungkan di benua Eropa tersebut. Angelo Schiavio mencetak gol kemenangan bagi Azzurri, yang pada semifinal sebelumnya kontra Austria juga bermain luar biasa. Dua fakta unik di Piala Dunia 1943 ini adalah untuk pertamakalinya (hingga kini) Piala Dunia tanpa diikuti juara bertahannya yaitu Uruguay yang menolak ikut serta sebagai protes (lebih tepatnya pembalasan) atas keengganan sejumlah negara Eropa menghadiri turnamen pertama di Montevideo empat tahun sebelumnya. Juga Italia sebagai tuan rumah yang tetap harus mengikuti kualifikasi, ini sekaligus menjadikan kali pertama dan terakhir tuan rumah tidak otomatis mendapat tempat di putaran final.
2. World Cup Vector Logo 1934 di Italy

World Cup Logo 1938 Prancis

Piala Dunia 1938 mencatatkan banyak sekali fakta unik yang berbau perang & politik mulai dari pengunduraan diri Spanyol akibat adanya perang saudara di negara mereka juga Austria terkait situasi Politik Anschluss terkait invasi Jerman. hingga skandal ketika Italia menyingkirkan Prancis di perempat-final setelah melancarkan isu perbedaan ras, begitu juga ketika Italia mengalahkan Hongaria di final pemain Hongaria mengutamakan belas kasihan kepada Italia yang merasa tertekan atas ancaman Benito Mussolini. Pemain Italia diancam hukuman mati bila gagal menjadi juara. Kiper Hongaria Antal Szabó mengatakan, “Tidak apa-apa gawang saya kebobolan empat gol, tapi setidaknya saya menyelamatkan nyawa mereka [pemain Italia]”. Piala Dunia 1938 juga menjadi yang terakhir diselenggarakan empat tahun berturut-turut seperti dua Piala Dunia sebelumnya. Perang Dunia II menyebabkan Piala Dunia harus absen selama 12 tahun.

Namun fakta unik yang cukup membanggakan adalah untuk pertama kalinya Indonesia mengikuti Piala Dunia, keikutsertaan itu menjadi yang pertama dan terakhir bagi Indonesia hingga sekarang. Saat itu Indonesia masih menggunakan nama Hindia Belanda, dan hanya sekali bertanding setelah dikalahkan Hungaria 6-0 di babak penyisihan.

3. World Cup Vector Logo 1938 di France

World Cup Logo 1950 di Brazil

Untuk pertama kalinya diperkenalkan trophy Piala Dunia dengan nama Piala Jules Rimet, penamaan ini diberikan untuk menandai 25 tahun Jules Rimet menjadi presiden FIFA. Piala Dunia 1950 adalah turnamen pertama setelah 12 tahun absen digelar akibat Perang Dunia II, Brasil dipilih karena kondisi Eropa yang masih belum siap pascaperang dan dari 16 negara yang seharusnya tampil ternyata hanya 13 negara saja yang hadir. Turki, Skotlandia, dan India mengundurkan diri setelah memastikan diri lolos ke putaran final, India mundur karena tidak mendapat izin dari FIFA untuk bermain tanpa alas kaki. Sementara itu Maracanazo, sebuah ucapan berbahasa Spanyol yang diberikan terhadap sukses Uruguay di Stadion Maracana. Tampil di hadapan 193.850 penonton, Uruguay berhasil mengalahkan Brasil 2-1. Brasil sempat unggul 1-0 namun Uruguay mampu membalasnya lewat gol Juan Alberto Schiaffino dan Alcides Edgardo Ghiggia. Gara-gara kekalahan itu tropi Piala Dunia sempat terlupa diberikan kepada Uruguay, alhasil Presiden FIFA Jules Rimet terpaksa turun ke lapangan dan menyerahkannya langsung kepada kapten Uruguay.
4. World Cup Vector Logo 1950 di Brazil

World Cup Vector Logo 1954 di Swiss

Swiss terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 1954, Kembalinya Piala Dunia ke Eropa adalah untuk memperingati ulang tahun FIFA yang ke-50 sebagai hasil dari Kongres FIFA di Rio de Janeiro, awalnya 37 tim diikutsertakan dalam babak kualifikasi tapi tiga tim mengundurkan diri, yaitu Peru, Cina dan Polandia. Setelah melalui proses kualifikasi dipastikan 14 tim tampil di putaran final Piala Dunia beserta tuan rumah Swiss dan juara bertahan Uruguay, Piala Dunia 1954 ditandai sebagai momentum kekuatan Jerman Barat sebagai peserta baru di ajang Piala Dunia yang tampil perkasa dan langsung membuktikan diri sebagai juara. Di final, Jerman Barat berhasil membalikkan keadaan saat tertinggal dua gol dari Hongaria, Goal penentu kemenangan 3-2 akhirnya dicetak Helmut Rahn jelang pertandingan usai. Fritz Walter tampil sebagai bintang dan meraih penghargaan trophy Jules Rimet di Piala Dunia 1954 ini, ia merupakan playmaker sekaligus pencetak gol untuk Jerman Barat kontribusinya sangat penting dan selalu dikenang oleh publik Jerman Barat.
5. World Cup Vector Logo 1954 di Switzerland

World Cup Vector Logo 1958 di Swedia

Piala Dunia 1958 merupakan debut Piala Dunia perdana pemain muda tidak terkenal Brasil berusia 17 bernama Pele yang kemudian bertransformasi menjadi legenda sepakbola dunia. Hat-trick perdana Pele di Piala Dunia hadir kala Brasil mencukur Prancis 5-2 di babak empat besar. Meski mencetak gol topskor Piala Dunia 1958 Just Fontaine tidak dapat berbuat banyak untuk menahan laju Brasil. Sementara itu peristiwa kecelakaan pesawat yang dikenal dengan sebutan Tragedi Kecelakaan Pesawat Munich membuat tim Inggris hadir di Swedia tidak dengan kekuatan penuh. Tiga pemain pilar Inggris dari Manchester United, termasuk bintang muda Duncan Edwards tewas pada peristiwa tersebut.

Wales lolos melalui babak play-off dengan mengalahkan Israel yang menjuarai grup kualifikasi tanpa bertanding sekalipun karena ketiga negara lawannya mengundurkan diri yaitu Turki, Indonesia dan Sudan.

6. World Cup Vector Logo 1958 di Sweden

World Cup Vector Logo 1962 di Chili

Mei 1960 dua tahun jelang bergulirnya Piala Dunia Cili diguncang gempa dahsyat dengan kekuatan 9,5 SR yang merusak berbagai infrastruktur. Menghadapi hal ini, Carlos Dittborn presiden Komite Organisasi Piala Dunia 1962 yang justru meninggal sebelum perhelatan digelar membuat pernyataan yang kemudian menjadi slogan tidak resmi di turnamen ini yaitu “Karena kami tak punya apa-apa lagi, kami akan melakukan segalanya dengan kekuatan yang kami miliki untuk membangun kembali”. Terjadi aksi tindak kekerasaan saat Cili berhadapan melawan Italia di pertandingan babak pertama yang kemudian dikenal dengan sebutan Pertarungan Santiago. Tim Italia juga mendapat pengawalan ketat kala meninggalkan lapangan saat pertandingan usai. Cili punya cara unik sebelum menghadapi lawan-lawannya di turnamen ini. Kabarnya mereka mengonsumsi keju sebelum mengalahkan Swiss dan makan spaghetti sebelum menundukkan Italia kemudian menenggak vodka sebelum mempermalukan USSR dan minum kopi sebelum melawan Brasil.
7. World Cup Vector Logo 1962 di Chile

World Cup Vector Logo 1966 di Inggris

‘World Cup Willie’ maskot untuk Piala Dunia 1996 adalah maskot Piala Dunia pertama, bahkan ini adalah salah satu maskot pertama untuk kompetisi olahraga besar dunia. Willie adalah sebuah singa simbol umum untuk Inggris Raya dengan menggunakan kostum bendera Inggris Raya dengan tulisan ‘WORLD CUP’ (Piala Dunia). Selain memiliki maskot, Piala Dunia 1966 juga memiliki kisah fenomenal seekor anjing bernama Pickles sebagai pahlawan di luar lapangan. Sebelum turnamen digelar piala Jules Rimet dicuri pada sebuah pameran, akhirnya Pickles menemukan piala itu dibungkus kertas koran di dalam semak di London. Piala tiruan sebenarnya sudah disiapkan untuk mengantisipasi piala yang asli tak ditemukan dibuatlah ide piala tiruan yang hingga kini masih dipamerkan di Museum Sepakbola Inggris di Preston. Inggris berhasil mengakhiri penantian selama 32 tahun yaitu menjadi juara sekaligus tuan rumah Piala Dunia yang sebelumnya juga sukses diukir Italia pada seri World Cup 1934.
8. World Cup Vector Logo 1966 di England

World Cup Vector Logo 1970 di Meksico

Untuk pertama kalinya Piala Dunia diselenggarakan di Amerika Utara/Tengah setelah sebelumnya selalu dilangsungkan di Eropa maupun Amerika Selatan. Piala Dunia 1970 juga sering disebut sebagai yang terbaik dan banyak menyajikan pertandingan menarik hingga saat ini dan Piala Dunia ini adalah kali pertamanya yang disiarkan di televisi berwarna. Beberapa pertandingan sengaja dilangsungkan di siang hari bolong agar bisa disaksikan di Eropa pada malam harinya namun hal ini dikeluhkan banyak tim karena suhu udara di Meksiko sangat panas. Pele menjadi orang pertama yang menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali dan gelandang sayap Brasil Jairzinho mencetak gol di setiap pertandingan, termasuk satu gol di final rekor yang belum terpecahkan sampai sekarang. Total ia mencetak tujuh gol dalam enam pertandingan namun gagal menjadi topskor. Juga catatan lainnya ditorehkan Mario Zagallo berhasil membawa Brasil menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya sekaligus menjadi orang pertama yang merebut Piala Dunia sebagai pemain (tahun 1958) dan sebagai pelatih. Tim Brasil di turnamen ini juga disebut-sebut sebagai tim terbaik sepanjang masa.

World Cup Vector Logo 1974 di Jerman Barat

Piala Dunia 1974 untuk pertama kalinya memperebutkan FIFA World Cup Trophy, menggantikan Jules Rimet yang menjadi milik Brasil untuk selamanya. Piala dirancang oleh desainer Italia Silvio Gazzaniga, Rancangannya dipilih FIFA dari 53 model yang diajukan. Kemudian Total Football ala Belanda menjadi fenomena yang membuat takjub dunia, ditangani Rinus Michels sebagai penggagas sistem permainan yang dinamis karena setiap pemain bisa berpindah-pindah posisi dengan sang master Johan Cruyff, Belanda sukses menembus final meski gagal juara. Cruyff menenggelamkan Franz Beckenbauer yang merupakan bintang Jerman [Barat] dimana Jerman mencatat rekor sebagai tim Eropa pertama yang meraih double dengan memenangi Piala Eropa dan Piala Dunia secara berturut-turut. Mereka menjadi juara Eropa 1972 dan kemudian menjadi juara dunia 1974. Hanya Prancis yang menyamai rekor Jerman barat saat memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Striker Jerbar Gerd Mueller membuat rekor dengan mengoleksi 14 gol selama tampil di dua Piala Dunia. Ia melampaui rekor Just Fontaine yang mencetak 13 gol di satu Piala Dunia. Rekor Mueller dilewati Ronaldo dengan mencetak 15 gol di tiga Piala Dunia.

World Cup Vector Logo 1978 di Argentina

Pialada Argentina 1978 juga dikenang karena fenomena confetti yaitu taburan kertas putih yang biasa dihamburkan penonton sepakbola di negeri itu sebelum pertandingan dimulai. Kesemarakan confetti selalu muncul setiap kali tuan rumah bertanding. Kalau Anda menyaksikan rekaman video pertandingan final antara Argentina dan Belanda, kedua pemain bak berlaga di atas lapangan salju. Tidak hanya itu partai final juga menyisakan kisah kontroversial, pemain Belanda mengisahkan dalam Brilliant Orange bus yang membawa mereka dari hotel ke Estadio Monumental tempat final dilangsungkan diserang dan dilempari batu oleh pendukung tuan rumah. Bus juga harus berputar dari rute yang seharusnya, setiba di stadion para pemain Belanda terpaksa meladeni permainan urat syaraf Argentina. Mereka harus menunggu di lapangan beberapa menit karena Argentina tidak segera keluar dari kamar ganti. Begitu muncul di atas lapangan kapten Daniel Passarella menghampiri wasit Gonella dan memprotes perban yang membalut lengan Rene van de Kerkhof dan diminta melepaskannya, kontan para pemain Belanda melancarkan protes balik karena perban tersebut sudah dipakai di babak sebelumnya dan tak ada masalah. Setelah kapten Ruud Krol mengancam akan mundur dari partai final akhirnya pertandingan bisa dilanjutkan. Sejarah kemudian mencatat, Argentina memenangi laga final 3-1 melalui babak perpanjangan waktu.

World Cup Vector Logo 1982 di Spanyol

Norman Whiteside menjadi pemain termuda yang tampil di putaran final. Ia berusia 17 tahun 41 hari ketika Irlandia Utara menahan Yugoslavia tanpa gol di La Romareda, Zaragoza. Dino Zoff menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Ia berusia 40 tahun ketika menjadi kapten yang memimpin Italia mengalahkan Jerman Barat 3-1 di Estadio Santiago Bernabéu. Tercatat juga sejarah untuk kali pertama adu penalti diperkenalkan di Piala Dunia 1982, yang membuat pemain, manajer, dan fans tegang. Gelandang Bryan Robson tercatat sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia, ia membobol gawang Prancis ketika laga babak pertama baru berjalan 27 detik. Inggris menang 3-1 dalam laga di Estadio San Mamés. Dua negara serumpun Jerman Barat dan Austria mempraktekan aksi main sabun untuk menyingkirkan Aljazair dari penyisihan Grup 2. Setelah Horst Hrubesch mencetak gol untuk Jerman menit kesepuluh kedua tim hanya saling tendang bola selama 80 menit. Di tribun penonton Spanyol berteriak-teriak “fuera, fuera” yang artinya keluar, keluar. Fans Aljazair yang marah melambaikan lembaran cek ke arah pemain kedua tim. Fans Austria marah karena ingin melihat ulangan pertemuan Piala Dunia 1978 ketika timnya mengalahkan Jerman Barat, begitu juga dengan Fans Jerman Barat yang membakar bendera nasionalnya sendiri.

World Cup Vector Logo 1986 di Meksiko

Penyelenggaraan Piala Dunia 1986 ini nyaris batal menyusul terjadinya gempa bumi delapan bulan sebelum penyelenggaraan. Akibat gempa tersebut hampir semua infrastruktur luluh lantak dan tercatat hampir 30 ribu warga Meksiko dan sekitarnya dikabarkan meninggal. Namun sungguh beruntung pesta olahraga itu tetap dilaksanakan karena sebagian besar stadion masih berdiri utuh. Dengan dideklarasikannya tahun 1986 sebagai Tahun Perdamaian Internasional oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) maka hampir di semua stadion menampilkan logo bersama antara FIFA dan PBB dengan slogannya yang melegenda “Sepakbola Buat Perdamaian – Tahun Perdamaian”. Lalu untuk desain dari logo tak resmi mengadopsi moto “El Mundo Unido por Un Balón” (Dunia bersatu lewat sebuah bola).

Gol Tangan Tuhan Maradona menjadi catatan sejarah kontroversi sekaligus menjadi semacam ikon yang tak akan terlupakan dari Piala Dunia 1986. Bintang Argentina tersebut menceploskan si kulit bundar dengan bantuan tangannya ketika mengalahkan Inggris 2-1 di perempat-final. Kemudian kenangan lainnya yang tak akan terlupakan bagi Michel Platini. Kenangan itu terjadi ketika Prancis bertemu Brasil di perempat-final di Guadalajara pada 21 Juni. Hari itu Platini genap berusia 31 tahun. Ia menyumbangkan sebuah gol yang kemudian memaksa Brasil harus menjalani drama adu penalti setelah dalam waktu normal skor berakhir 1-1, Namun saat adu penalti Platini gagal menjadi eksekutor Gol ke-41 itu menjadi yang terakhir dibuat Platini di pentas internasional sebelum akhirnya resmi mengumumkan gantung sepatu setahun kemudian.

World Cup Vector Logo 1990 di Italia

Ada tiga tim yang pertama kali tampil di ajang Piala Dunia yaitu Kosta Rika, Irlandia dan Uni Emirat Arab. Selain itu Meksiko dan Cili dijatuhi sanksi kualifikasi di turnamen ini. Meksiko didiskualifikasi FIFA karena menurunkan pemain di atas umur yang seharusnya di sebuah turnamen junior, sementara Cili dilarang ambil bagian karena kiper Roberto Rojas membuat aksi tipu-tipu cedera karena lemparan kembang api saat laga melawan Brasil pertandingan itu sendiri diakhiri lebih awal. Cerita unik lainnya yaitu masuknya Roger Milla yang saat itu berusia 38 tahun di turnamen Piala Dunia 1990 membela Kamerun adalah karena keinginan sang presiden, Paul Biya dan bukan karena kebutuhan tim. Franz Beckenbauer menjadi orang kedua setelah Mario Zagallo (Brasil) yang bisa mengantar timnya menjadi juara, saat masih menjadi pemain dan kala menjadi pelatih. Laga semi-final antara Jerman Barat dan Inggris diulang lagi 20 tahun kemudian, pada 26 Juli 2009, sebagai bentuk penganugerahan trophy pertandingan Sir Bobby Robson. Jerman Barat menang 4-3 di pertandingan itu lewat drama adu penalti. Usai Piala Dunia 1990, Jerman menjadi tim tersukses dengan mengoleksi tiga gelar juara dan tiga kali posisi runner-up. Rekor itu kemudian diperbarui Brasil di edisi berikutnya.

World Cup Vector Logo 1994 di USA

Upacara pembukaan begitu meriah karena dihadiri tokoh-tokoh dunia termasuk Presiden AS Bill Clinton, Kanselir Jerman Helmut Kohl dan Presiden Bolivia Gonzalo Sanchez de Lozada, selebritis top Oprah Winfrey bertindak sebagai MC. Upacara dimeriahkan penampilan penyanyi top Diana Ross dia juga mendapat kehormatan melakukan tendangan penalti, namun tendangannya melebar ke kiri. Legenda Argentina Diego Maradona harus mengakhiri penampilannya di Piala Dunia secara menyakitkan. Setelah tampil gemilang pada dua pertandingan penyisihan, Maradona dilarang bermain karena gagal lolos tes doping, ia kedapatan menggunakan obat terlarang yang mengandung ephedrine obat untuk menurunkan berat badan. Tanpa Maradona Argentina yang begitu impresif menjadi kehilangan taji dan disingkirkan Rumania 3-2 di babak 16 besar.

Pembunuhan bek Kolombia Andres Escobar menjadi tragedi Piala Dunia, kolombia datang ke AS dengan harapan tinggi, bagaimana tidak? Mereka memperagakan sepakbola indah dan tampil impresif selama babak kualifikasi bahkan Argentina dengan mudah dibantai 5-0. Dengan diperkuat Carlos Valderrama, Faustino Asprilla dan Freddy Rincon, Kolombia disejajarkan dengan tim Brasil 1970. Tidak kurang Pele menjagokannya sebagai kandidat juara, kenyataannya Kolombia tampil buruk. Rumornya ada upaya sindikat perjudian dan kartel obat bius yang ingin mencengkeramkan pengaruhnya di tim, bahkan pelatih Francisco Maturana mendapat ancaman pembunuhan. Apa pun rumor tersebut mempengaruhi pemain Kolombia mereka kehilangan fokus dan dipaksa menyerah 3-1 oleh Rumania. Puncaknya terjadi saat Kolombia menghadapi AS, Escobar yang hendak memotong bola silang malah melakukan blunder bunuh diri. Bola justru meluncur ke gawang sendiri Kolombia kalah 2-1 dan langsung masuk kotak. Di Medellin sepuluh hari setelah gol bunuh diri Escobar, terjadi tragedi Escobar yang hendak meninggalkan sebuah kelab malam ditembak dari jarak dekat dan menemui ajalnya. Tercatat 12 peluru menembus badannya menurut keterangan polisi setiap kali melepaskan tembakan, pelaku berseru, “Goal!”

World Cup Vector Logo 1998 di Perancis

Maskot turnamen adalah seekor ayam jantan bertubuh biru dan diberi nama Footix dimana akhiran “-ix” diberikan sesuai komik Asterix asal Prancis yang sangat populer di dunia. Kalau Blazevic memiliki jimat keberuntungan berupa topi polisi, tim Prancis lain lagi setiap sebelum bertanding Laurent Blanc selalu mencium kepala Fabien Barthez. “Kemesraan” bek dan kiper tim Ayam Jantan ini menjadi pemandangan tersendiri sepanjang Piala Dunia. Percaya atau tidak Prancis tak pernah mengalami kekalahan dan akhirnya sukses menaklukkan Brasil 3-0 di final. terakhir Prancis ’98 menyisakan cerita yang menarik dibahas sepanjang masa Brasil mengalami kekalutan sebelum pertandingan final dimulai dinihari sebelum final, Roberto Carlos terbangun karena mendengar suara gaduh di kamar hotelnya. Carlos ternyata mendapati rekan sekamarnya Ronaldo mengerang kesakitan. Panik, Carlos langsung memanggil dokter tim Lidio Toledo yang langsung memberikan obat penghilang rasa sakit. Paginya, pelatih Mario Zagallo mempertanyakan kesiapan Ronaldo tampil di final. Setelah serangkaian konsultasi dengan pelatih dan dokter sang pemain akhirnya memutuskan untuk tetap bermain. Dalam susunan tim yang diterima wartawan terjadi perubahan mendadak, awalnya Edmundo dimainkan dalam tim inti tapi mendadak Ronaldo dimasukkan lagi. Ronaldo tampil melempem di final dan ketika dimasukkan sebagai pemain pengganti Edmundo terlihat marah-marah. Hingga kini tak ada yang tahu persis penyakit yang sebenarnya diderita Ronaldo.

World Cup Vector Logo 2002 di Korea Jepang

Untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di Asia dan untuk pertama kalinya juga ada dua negara yang menjadi tuan rumah. Otomatis, untuk pertama kalinya ada tiga negara yang langsung lolos yaitu juara bertahan Prancis dan dua negara tuan rumah Jepang dan Korea Selatan. Ronaldo mengubah potongan rambutnya setelah pertandingan perempat-final, karena istrinya mengatakan kalau anak laki-laki mereka mencium layar televisi dan berteriak ‘daddy’ [ayah] waktu melihat Roberto Carlos. Oliver Kahn menjadi penjaga gawang pertama yang meraih gelar Pemain Terbaik (Golden Ball winner) di turnamen ini. Kahn juga mendapatkan Yashin Award, penghargaan khusus untuk kiper terbaik. Korea Selatan menjadi negara Asia pertama yang berhasil masuk babak semi-final Piala Dunia, mereka dikalahkan Jerman di semi-final dan kalah dari Turki dalam perebutan tempat ketiga. Dengan menjuarai Piala Dunia 2002 maka Brasil membuat rekor baru yaitu lima gelar Piala Dunia rekor ini baru bisa didekati Italia di Piala Dunia 2006 yang untuk keempat kalinya menjuarai Piala Dunia. Kapten tim Brasil Cafu menjadi pemain pertama yang tampil di final Piala Dunia tiga kali berturut-turut dua di antaranya menjadi juara (1994 dan 2002), sedangkan di tahun 1998 kalah dari Prancis.

World Cup Vector Logo 2006 di Jerman

Peristiwa unik berkaitan dengan ketatnya perlindungan terhadap sponsor resmi Piala Dunia terjadi di Jerman. Perusahaan bir Bavaria asal Belanda memberikan kostum singa dengan model seperti pakaian terusan dengan warna oranye bernama Leeuwenhosen, tentunya dengan logo Bavaria tergambar di kostum tersebut bagi pelanggan mereka yang ingin mendukung timnas Belanda sekaligus membeli produk mereka. Sayangnya FIFA berusaha melindungi sponsor bir Budweiser dengan melakukan tindakan tegas yakni meminta penonton di stadion yang menggunakan Leeuwenhosen untuk menanggalkan kostum tersebut dan menukarnya dengan celana pendek oranye sehingga mereka tidak berakhir telanjang saat mendukung tim Oranye di stadion. Tak ada satupun pemain dari tim juara Italia yang mencetak lebih dari dua gol, tetapi mereka menciptakan sejarah sebagai tim kedua dengan total sepuluh pemain yang berhasil mencetak gol dalam satu Piala Dunia. Tim pertama yang melakukannya adalah Les Bleus Prancis pada 1982. World Cup 2006 juga dikenang sebagai salah-satu perhelatan Piala Dunia yang penuh dengan kejutan apalagi kalo bukan kejadian penuh kontroversial antara Zidane vs Materazzi di partai Final, pada saat itu Zidane yang entah kenapa melampiaskan amarahnya terhadap aksi-aksi provokatif Materazzi dengan menyundulkan kepalanya tepat di dada tengah center back timnas ITALIA tersebut dan menutup hari pensiun Zidane dari Timnas PERANCIS dengan kelam, alhasil PERANCIS pun terpaksa harus meradang dan bermain hanya 10 orang hingga babak adu penalti yang kemudian dimenangkaan oleh ITALIA.

World Cup Vector Logo 2010 di Afrika Selatan

Final yang begitu sempurna bagi timnas SPANYOL khususnya Andreas Iniesta sang pencetak Goal tunggal ke gawang BELANDA, bagaimana tidak berangkat sebagai timnas yang diunggulkan Juara di Piala Dunia Afrika Selatan 2010 setelah 2 tahun sebelumnya berhasil mengangkat trophy Piala Eropa, SPANYOL benar-benar membuktikan bahwa mereka memang pantas mendapatkannya.

Selain itu keunikan kultur dari masyarakat Afrika Selatan menjadi daya tarik sekaligus moment yang sulit dilupakan oleh siapa saja, sebutlah salah satunya alat tiup bernama Vuvuzela yang begitu fenomenal dan kontroversial karena pada waktu itu sempat diprotes besar-besaran oleh peserta Piala Dunia 2010 dikarena kebisingannya. Sekedar informasi saja, Vuvuzela adalah bagian dari budaya sepakbola di Afrika Selatan dan itu sudah biasa dibunyikan oleh ribuan penonton stadion disana karena itulah pada akhirnya FIFA memutuskan keberadaan Vuvuzela yang bersuara bising seperti ribuan kawanan tawon itu harus diterima dan dihormati sebagai Budaya setempat dan bagian dari Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

World Cup Vector Logo 2014 di Brazil

Logo Piala Dunia 2014 menjadi spirit dan icon di seri World Cup yang akan digelar di Brazil nanti akan menjadi kejuaraan sepakbola terbesar sejagat yang ke-20 dan ke-2 untuk Brasil (Setelah 1950) sekaligus menjadikan negara Brazil menjadi tuan rumah World Cup ke-5 yang pernah menyelenggarai Piala Dunia FIFA lebih dari satu kali setelah negara Meksiko (1970, 1986), Italia (1934, 1990), Perancis (1938, 1998) dan Jerman (Jerman Barat 1974, 2006)

Turnamen ini juga merupakan Piala Dunia FIFA (Fédération Internationale de Football Association) pertama yang diselenggarakan di Amerika Selatan sejak Argentina 1978. Sebelumnya tidak ada negara Amerika Selatan yang menyelenggarakan event 4 tahunan ini lebih dari satu kali seperti Brazil.

World Cup Vector Logo 2018 di Rusia

Tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia, telah menentukan nama 11 kota yang akan menyelanggarakan Piala Dunia pertama di Eropa Timur tersebut. Dari 11 kota itu terdapat 12 stadion yang akan menggelar laga-laga Piala Dunia. Kesebelas kota itu adalah Moskow, St. Petersburg, Kaliningrad, Nizhny Novgorod, Kazan, Samara, Saransk, Volgograd, Rostov-on-Don, Sochi dan Ekaterinburg. Ibu kota Rusia, Moskow memiliki dua stadion yang akan dipakai yaitu Luzhniki dan Spartak Moscow’s Arena.

Presiden FIFA, Sepp Blatter menyatakan bahwa pengumuman kota-kota tuan rumah ini merupakan langkah penting untuk menuju Piala Dunia 2018 mendatang. Hal ini sekaligus menunjukkan keseriusan Rusia untuk menggelar Piala Dunia yang sukses.

World Cup Vector Logo 2022 di Qatar

Tahapan pemilihan tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018 dan 2022 dimulai sejak Januari 2009, dimana asosiasi nasional memiliki waktu hingga 2 Februari 2009 untuk mendaftarkan diri.Pada awalnya, tujuh negara mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018, tetapi Meksiko kemudian mengundurkan diri. Penawaran Indonesia ditolak oleh FIFA pada Februari 2010 karena tidak adanya dukungan tertulis dari pemerintah. Selama proses pemilihan, negara-negara non-UEFA secara bertahap mundur dari pemilihan tuan rumah 2018, sementara negara-negara UEFA mundur dari pemilihan tuan rumah 2022. Sehingga, tersisa lima penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022: Australia, Jepang, Qatar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Dua puluh dua anggota Komite Eksekutif FIFA bertemu di Zürich pada 2 Desember 2010 untuk memberikan suaranya dalam memilih tuan rumah kedua turnamen tersebut dan Qatar keluar sebagai pemenang untuk World Cup 2022.

Demikianlah kumpulan World Cup Vector Logo yang kami rangkum special untuk anda, semoga bermanfaat.

Postingan Terkait

free-download-official-vector-logo-world-cup-2010-south-africa-dan-bendera-bendera-negara-dunia-thumbs-up

Free Download World Cup 2010 Vector Logo dan Bendera Negara Dunia