Bagaimana Cara Mudah Merubah Username Admin di WordPress

Semua orang tahu bahwa username paling umum untuk pemilik sebuah situs/blog adalah “Admin”, walaupun ketika instalasi Script WordPress Self Hosted kita diberikan opsi sebebas-bebasnya untuk memilih username untuk level user admin, tetap saja kebanyakan orang tetap akan memilih nama “Admin” :) karena memang itu lebih mudah diingat dan terkesan mengikuti pakem yang ada.

Namun Tahukah Anda Memilih Username “Admin” itu Mempermudah Pekerjaan Seorang Hacker?

Yap! logikanya sederhana saja, tidak perlu melihat dari visi seorang hacker… orang awam pun sudah bisa menebak jika username Blog anda adalah “admin” bukan :) ?. Nah berarti dengan kenyataan seperti itu kini seorang hacker sekarang tinggal memikirkan apa Password Admin WordPress anda.

Usernames Cannot Be Changed

Seperti yang sudah saya utarakan diatas, saat yang tepat untuk menentukan apa username untuk admin anda adalah ketika pertamakali melakukan instalasi WordPress di hosting anda, karena secara default username Admin itu memang tidak bisa dirubah dikemudian hari.

Sekedar informasi juga Script WordPress terdahulu itu tidak memiliki opsi untuk memilih unique username admin sama sekali tidak seperti versi WP yang sekarang ini.

Jika Begitu Bagaimana Merubah Username Admin WordPress Kita?

Banyak jalan menuju Roma :D begitu pepatah menyebutnya.. bagi expert user tentu saja lebih enak melakukannya melalui dapur PHPMyAdmin yaitu dengan cara merubah record untuk username nomor 1, dll.

Namun alangkah lebih baik kita coba cara lain yang mudah & bisa dipraktekan oleh semua orang walaupun anda adalah seorang Newbie sekalipun yaitu melalui sedikit Trik sederhana ini:

Ingat! banyak sekali cara untuk membuat username anda sulit ditebak misalnya dengan membuat kombinasi hurup kapital+huruf kecil+angka+symbol seperti sebuah password #37tr^m19j atau anda bisa mencari software khusus untuk membuat secara otomatis kombinasi username+pasword yang kuat untuk anda di Internet. Atau jika ingin solusi lebih mudah lagi silahkan simak tips dibawah mudah ini :D

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dicoba untuk memecahkan masalah anda diatas:

1. MEMBUAT USERNAME BARU DENGAN AKSES USER (ROLE) ADMIN

Cara ini terbilang mudah dan juga dan tidak mengotak-atik dapur (CPanel, PHPMyAdmin) hosting anda sama sekali, caranya yaitu:

  • Di Dashboard Admin Area WordPress anda, pada menu Users > Add New buatlah user baru dengan hak akses yang sama yaitu Administrator (lihat gambar dibawah ini)
  • Setelah anda sukses membuat Username baru diatas (Nama User sesuai keinginan anda namun tentu saja itu harus selalu anda rahasiakan ;)), selanjutnya kita akan menghapus username lama yaitu “admin“. Untuk memulainya silahkan Logout terlebih dahulu dan login lagi namun dengan username yang baru (contoh yang saya buat sengaja saya samarkan untuk alasan keamanan juga ;) “) anda buat tadi agar kita bisa mulai menghapusnya.
  • Setelah login anda sukses, langsung saja pilih user “Admin” yang akan dihapus (lihat gambar dibawah ini)
  • Sebelum anda benar-benar menghapusnya, pastikan anda memilih opsi yang kedua (lihat gambar dibawah ini) agar semua postingan & link yang telah dibuat akan di delegasikan (dilimpahkan) kepada username Admin yang baru.
  • Langkah terakhir yang juga tidak kalah penting :D yaitu membuat nickname untuk username Admin yang baru, saya contohkan username “samaran”-nya adalah “admin” juga (lihat gambar dibawah ini) sehingga apapun username yang tadi telah anda buat, dihadapan publik maka tetap akan muncul nama admin di postingan atau comment box, selamat mencoba :D

2.MENGGUNAKAN PLUGIN WP-OPTIMIZE

Seperti kita tahu kelebihan dari WordPress adalah tingkat flexibilitas nya yang benar-benar lentur & bersahabat :D sehingga kita bisa mendesain sendiri system blog kita dengan berbagai Plugin, Shortcode, dll. semau kita dan se-Powerfull yang kita inginkan.

» Download Versi Terakhir WP-Optimize di WordPress Official Plugin Directory

Ngomong-ngomong soal mengoptimalisasi kinerja Script & Database WP agar lebih aman & cepat! saya menemukan satu Plugin bernama wp-optimize yang bisa menjadi solusi jitu untuk membantu & mempermudah kerja anda sebagai webmaster, sehingga nantinya anda tidak usah repot lagi membongkar PHPMyAdmin (Database) dan settingan-settingan lainnya yang sangat riskan jika dilaku secara sembarangan (eksperimental), dengan plugin ini semua dilakukan secara instant & otomatis, termasuk masalah Mengganti Username Admin WordPress yang kita bahas di postingan ini.

Untuk kegunaan lainnya dari plugin wp-optimize akan saya kupas tuntas di postingan selanjutnya, di postingan kali ini saya hanya mencoba mengupas yang berhubungan dengan tema saja

Anda bisa membandingkan cara yang lebih praktis dan paling anda sukai, untuk trik menggunakan plugin ini anda dapat langsung mempraktekannya di Dashboard Admin anda > WP-Optimize > Security Tools dan ganti username Admin lama dengan username Admin yang baru (lihat gambar dibawah ini)

3.Menggunakan Plugin Better WP Security

» Download Versi Terakhir Better WP Security di WordPress Official Plugin Directory

Satu lagi alternative Plugin WordPress yang berhubungan dengan keamanan situs yaitu Better WP Security, plugin ini sangat cocok untuk menambal & mengoptimalkan celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab seperti peretas, namun sama halnya dengan Plugin diatas saya belum akan :) mengupas tuntas kehebatan Security Plugin ini lebih jauh, maka dari itu kita coba fokus di salah satu fiturnya yang juga bisa membantu anda merubah Nama User Admin di WordPress Selfhosted (lihat gambar dibawah ini)

Untuk Trik lainnya akan ditambahkan kemudian, jika ada tambahan dari teman-teman Blogger lainnya sangat ditunggu sekali sharing ilmunya :D

Tips & Trick 301 .htaccess

“MOVING FORWARD” atau Hijrah adalah pekerjaan yang sangat melelahkan, bagaimana tidak website yang telah kita bangun dari mulai “0” dan telah mendapatkan Query Index pada hasil pencarian (Search Engine Result Page (SERP)) dari Search Engines seperti Google, tiba-tiba ketika anda “merubah”, “mengganti” atau “menghapus” halaman di website anda yang telah “diakui” oleh Mesin Pencari, kemudian Visitor mengetikan kata-kata yang berhubungan dengan website anda (misalkan: Free Graphic Design Indonesia) di google.co.id , ternyata begitu muncul URL website anda di halaman 1 Baris 1 (Hebat baget tuh) dan user tersebut tertarik dan meng-click link tersebut..Apa yang terjadi!! munculah pesan error 404 ERROR PAGE, atau halaman tidak ditemukan. Saya camkan itulah Awal dari Kiamat (Maaf) untuk website anda, bagaimana tidak untuk mendapatkan rangking muncul di halaman 1-3 itu adalah pekerjaan luar bisa, sampai-sampai anda harus bekerja keras untuk mempelajari Search Engines Optimization (SEO), atau banyak orang juga menyewa jasa SEO tersebut dengan mengorek kocek ratusan $Dollar perbulan….

Intinya adalah jangan menyia-nyiakan Search Engine Page Result yang telah anda dapatkan di beberapa mesin pencari populer seperti Google, Yahoo dan MSN karena disitulah para Visitor akan mengunjungi website anda dengan cuma-cuma tanpa diminta tanpa memasang iklan dan tanpa dipikirikan sekalipun. Jadi jika anda termasuk orang yang “Moving Forward” seperti saya (dari website biasa ke WordPress Containt Management System), anda wajib mempelajari Tips & Trick 301 .htaccess yang saya baru pelajari berikut ini:

Catatan penting tentang htaccess redirection Trick:

  1. Pastikan ketika meng-upload fileĀ  .htaccess dari laptop anda ke server adalah selalu menggunakan mode file ascii (selalu akan muncul di fasilitas CPanel, Spanel, dll di web hoster anda), karena mengirinkannya dalam mode binary akan menghancurkan kombinasi kode pada struktur filenya (dan tentu saja membuat server anda tidak bahagia alias lambretooo…hehe)
  2. .htaccess tidak dapat bekerja pada server yang menggunakan Operating System Windows, jadi bagi anda yang terlanjur menggunakan Sistem Operasi itu berpikirlah ulang untuk segera berpindah.
  3. Pastikan juga anda mengecek dua hingga tiga kali. kosongkan Cache pada browser anda (biasanya melalui tools>option>clear/delete cache,cookies,dll), test juga server headers untuk memastikan anda melihat si “301” (yang berarti permanen) bukan si 302 (yang berarti sementara) .
  4. Semenjak beberapa Sistem Operasi tidak mengijinkan anda membuat file hanya dengan akhiran (extention) saja “.htaccess“, contohnya seperti sistem operasi Windows, maka anda harus menamai file untuk disimpan di server tersebut dengan nama htaccess.txt terlebih dahulu dan kemudian setelah di upload ke server Linux anda dapat menggantinya menjadi .htaccess .
  5. Pastikan juga program aplikasi untuk meng-upload file-file website anda yaitu ftp program mempunyai kemampuan untuk memunculkan file .htaccess (FileZilla adalah ftp program terbaik pilihan saya, Free karena berlisensi GNU) benar-benar sederhana ;)
  6. Cek ulang juga, apakah file .htaccess itu sudah ada di server anda, jangan sampai anda menimpanya (overwrite) denngan begitu saja, tanpa mengcopy code-code yang telah ada sebelumnya (karena beberapa server juga telah mensetting secara otomatis halaman ini untuk halaman pemunculan pesan error 404 pages).
  7. Dan untuk contoh dibawah ini jangan lupa anda merubah domain www.designerlistic.net dengan domain anda sendiri.. ;-)

Setalah anda memahami beberapa proses diatas masuklah ke root folder (tingkatan folder setelah www.namadomainanda.com/ ) di website anda, download file .htaccess (jika telah ada) ke komputer local anda dan editlah dengan Notepad. Jika anda memakai FTP Client software anda tetap saja tidak menemukanĀ  see file .htaccess di server anda, cek ulang settingan program FTP anda, dan pastikan anda telah menghidupkan konfigurasi invisible / system files.

Untuk me-redirect halaman tertentu saja:

Redirect 301 /halamanlama.php http://www.designerlistic.net/halamanbaruanda.php
Redirect 301 /namafolderlama/halamanlama2.php http://www.designerlistic.net /namafolderbaru/

Untuk me-redirect website lama ke alamat website baru:

Redirect 301 / http://www.new-site.com/

Untuk me-redirect struktur “www.designerlistic.net/index.php” ke “www.designerlistic.net/”:

Teknik ini digunakan agar Search Engine tidak memberikan penalty (penghapusan hasil index di database SERP) karena ada duplikasi halaman antara namadomainanda.com/ dengan namadomainanda.com/index.php
Options +FollowSymLinks
RewriteEngine on
# index.php to /
RewriteCond %{THE_REQUEST} ^[A-Z]{3, 9}\ /.*index\.php\ HTTP/
RewriteRule ^(.*)index\.php$ /$1 [R=301,L]

Oke selamat mencoba!

Addapted from www.webweaver.nu